Nyawiang : Gerakan Restorasi di Bawah Permukaan yang Kian Menguat

Perjalanan Nyawiang Segara tidak berhenti pada sebuah gagasan. Langkah nyata merestorasi ekosistem lamun kini telah dimulai melalui program restorasi berbasis masyarakat yang memadukan pendekatan ilmiah, pemulihan ekosistem dan partisipasi aktif masyarakat.
Hingga akhir tahun, Nyawiang Segara akan menjalankan berbagai kegiatan yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu Restorasi, Edukasi, dan Storytelling. Ketiga pilar ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem lamun.

Foto bersama relawan sebelum restorasi lamun dengan Metode BoSSLine. Credit: Biwa - Bendega
Setiap kegiatan dikemas sebagai pengalaman belajar yang interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan materi dari narasumber inspiratif, tetapi juga terlibat langsung dalam proses restorasi lamun di lapangan. Melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan, pengalaman dan semangat untuk turut berperan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Petualangan Nyawiang Segara dimulai melalui Nyawiang Segara The Explore yang diselenggarakan pada 14 Juli 2026 di Pantai Mertasari. Kegiatan ini diikuti oleh 41 peserta bersama 4 nelayan setempat yang berkolaborasi melakukan restorasi lamun menggunakan metode BossLine. Sebanyak 318 bibit lamun berhasil ditanam berkat kerja sama peserta, nelayan dan Tim Bendega.

Pak Mangku nelayan lokal bersama relawan menanam lamun.

Relawan mempraktikkan restorasi lamun menggunakan Metode BoSSLine. Credit: Biwa - Bendega
Tak hanya melakukan restorasi, peserta juga diajak mengeksplorasi keanekaragaman fauna di ekosistem lamun bersama Maulyadi Salasanto (@melacakalam), seorang content creator yang berfokus pada konservasi kawasan pesisir dan berbasis di Bali. Maulyadi Salasanto membagikan pengalamannya kepada para peserta dalam mencari dan mengidentifikasi fauna di balik hamparan lamun. Melalui interactive mission card, peserta belajar mengidentifikasi berbagai fauna yang dapat dijumpai di balik hamparan lamun dengan cara yang menyenangkan, kemudian mempresentasikan hasil temuannya bersama kelompok masing-masing. “Biasanya kegiatan yang saya ikuti hanya menanam, namun kali ini lebih seru karena ada eksplorasi, sehingga kita tahu bukan hanya ada tumbuhan saja, namun juga banyak dijumpai fauna pesisir di balik hamparan lamun” ucap Intan, salah satu peserta Nyawiang Segara The Explore.

Relawan mengeksplorasi fauna laut dan berbagai temuan di ekosistem lamun. Credit: Biwa - Bendega

Penyampaian hasil eksplorasi oleh salah satu kelompok relawan. Credit: Biwa - Bendega
Nyawiang Segara membuka ruang bagi siapa saja untuk ikut ambil bagian dalam perjalanan ini. Mulai dari masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan pesisir dan sehari-hari berinteraksi dengan ekosistem lamun, para pelajar sebagai generasi penerus, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Keseruan Nyawiang Segara tentu tidak berhenti di sini. Berbagai rangkaian kegiatan berikutnya telah disiapkan untuk mengajak lebih banyak orang belajar, berkolaborasi, dan terlibat langsung dalam upaya menjaga ekosistem lamun. Mari ikuti setiap perjalanannya dan menjadi bagian dari langkah nyata untuk merawat laut demi masa depan yang lebih lestari.