Ini Dia Lamun Si Rumput Laut yang Sesungguhnya

Selama ini, masyarakat mengenal rumput laut (seaweed) sebagai tumbuhan yang hidup di laut. Sebenarnya, rumput laut yang umum kita kenal termasuk kelompok alga, bukan tumbuhan berbunga sejati. Nah, ada tumbuhan laut yang lebih cocok disebut sebagai “rumput” karena bentuknya mirip dengan rumput yang ada di darat. Tumbuhan ini dikenal dengan nama lamun (seagrass).

Penampakan Lamun di perairan
Lamun memiliki bentuk yang mirip dengan rumput di darat. Tumbuhan ini memiliki akar, batang, daun, rimpang (rhizoma), bunga, bahkan buah. Lamun hidup terendam di perairan laut dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Salah satu peran lamun adalah menjadi tempat biota laut mencari makan dan berlindung. Contohnya dugong, mamalia laut yang menjadikan lamun sebagai sumber makanan. Selain itu, padang lamun juga menjadi tempat berbagai jenis ikan memijah dan membesarkan anak-anaknya.
Tidak hanya itu, lamun juga memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon. Penelitian Tupan, Sangur, dan Lailossa (2021) di Perairan Pantai Waai, Pulau Ambon, membahas potensi karbon pada dua jenis lamun, yaitu Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides. Penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan potensi cadangan dan serapan karbon pada kedua jenis lamun tersebut.
Karbon yang diserap lamun dapat tersimpan dalam biomassa tumbuhan, termasuk akar dan rimpangnya. Karbon juga dapat tersimpan dalam sedimen di bawah padang lamun. Kemampuan ini membuat ekosistem lamun berperan penting dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim.
Bagaimana Cara Lamun Berkembang Biak?
Tidak hanya perannya yang penting, lamun juga memiliki cara berkembang biak yang menarik untuk diketahui.
Secara alami, lamun berkembang biak melalui dua cara, yaitu secara generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan generatif terjadi melalui penyerbukan bunga yang kemudian dapat menghasilkan biji. Sementara itu, perkembangbiakan vegetatif terjadi ketika rimpang (rhizoma) menumbuhkan tunas baru. Tunas-tunas ini dapat tumbuh dan membantu lamun memperluas area pertumbuhannya.

Penampakan buah lamun
Kalau tumbuhan di darat sering dibantu serangga untuk melakukan penyerbukan, lamun memiliki cara yang berbeda. Penyerbukan lamun berlangsung di dalam air, dengan serbuk sari yang dapat terbawa oleh pergerakan air laut hingga mencapai bunga betina.
Selain berkembang biak secara alami, lamun juga dapat ditanam kembali melalui proses transplantasi. Cara ini menjadi salah satu upaya untuk membantu memulihkan padang lamun yang mengalami kerusakan.
Upaya Transplantasi Lamun Bersama Bendega
Bendega turut melakukan upaya konservasi lamun melalui kegiatan transplantasi. Ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk transplantasi lamun, dua di antaranya adalah metode pasak dan BoSSLine.
Mengenal Metode Pasak
Metode pasak menggunakan bibit lamun yang ditanam di dasar perairan. Pasak digunakan untuk membantu menahan bibit agar tidak mudah terlepas akibat pergerakan air.
Setelah ditanam, lamun membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Karena itu, pemantauan setelah transplantasi juga penting dilakukan untuk melihat apakah bibit dapat bertahan dan tumbuh di lokasi penanaman.

Proses persiapan bibit lamun yang akan ditranplantasi dengan metode pasak
Mengenal Metode BoSSLine
BoSSLine (Bags of Seagrass Seeds Line) merupakan metode restorasi lamun yang menggunakan benih. Dalam metode ini, benih ditempatkan di dalam kantong bersama substrat. Kantong tersebut kemudian dipasang pada tali dan diletakkan di dasar perairan.
Penggunaan kantong membantu menjaga benih tetap berada di area restorasi sehingga memiliki kesempatan untuk berkecambah dan tumbuh. Namun, keberhasilannya tetap dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, kualitas benih, serta kesesuaian lokasi penanaman.

Peserta memegang bibit lamun pada kantong (BoSSLine)
Kedua metode ini memiliki pendekatan yang berbeda. Pemilihan metode transplantasi perlu disesuaikan dengan kondisi lokasi dan kebutuhan restorasi agar lamun memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan baik.
Melalui kegiatan transplantasi lamun, Bendega turut berupaya mendukung pemulihan ekosistem pesisir. Upaya ini menjadi salah satu cara untuk menjaga keberadaan padang lamun yang memiliki peran penting bagi kehidupan berbagai biota laut.
Kamu juga bisa ikut berkontribusi dalam upaya konservasi lamun melalui program adopsi bibit lamun. Informasi lebih lanjut mengenai adopsi bibit lamun dapat kamu temukan di website Bendega.